Empat puluh sembilan percobaan takedown. Itulah pernyataan Merab Dvalishvili saat pertama kali bertemu Petr Yan di Las Vegas pada Maret 2023, ketika petarung Georgia yang dijuluki "The Machine" itu menggerus lawannya dengan gulat tanpa henti dan stamina yang mencekik. Ia kemudian menunjukkan dominasi sejati di Octagon, mempertahankan sabuk kelas bantam tiga kali hanya dalam 2025, melawan Umar Nurmagomedov, Sean O'Malley, dan Cory Sandhagen. Dvalishvili belakangan mengakui bahwa ia membawa cedera lutut serius ke laga ulang melawan Yan di UFC 323 pada Desember 2025, saat ia kehilangan sabuknya, ditambah pemangkasan berat badan yang menyiksa dan kelelahan total. "Semuanya berjalan buruk. Saya punya strategi terburuk, kamp latihan terburuk, latihan terburuk dari semua laga perebutan gelar. Tapi itu bukan alasan. Saya tidak punya alasan. Yan mengalahkan saya. Saya pikir saya bisa menang dan saya mengambil laga itu, tanpa penyesalan," akunya. Untuk laga trilogi ini, ia membuang salah satu kebiasaan khasnya, yakni sparring dengan kecepatan penuh yang biasa ia lakukan pada pagi hari laga perebutan gelar. "Kali ini saya tidak akan sparring... Saya merasa bagus saat melakukannya, tapi saya rasa ada cara yang lebih cerdas," jelasnya. Pelatih kepalanya, John Wood, sudah lama berhenti meragukannya, yaitu ketika Dvalishvili yang dihantam cedera tetap menemukan cara untuk menang. "Dalam pikiran saya, saya seperti, 'Astaga, orang ini benar-benar bisa melakukan apa saja. Dia memang mesin,'" kenang Wood. "Saya lebih baik dari dia dan saya harus membuktikannya," tegas Dvalishvili.

Bagi Petr Yan, kekalahan pertama itu menjadi awal dari jalan panjang untuk bangkit. Petarung Rusia itu membangun kembali kariernya dengan tiga kemenangan beruntun atas Song Yadong, Deiveson Figueiredo, dan Marcus McGhee, dan ketika keduanya bertemu lagi di UFC 323, ia menampilkan mahakarya teknis. Yan membatasi Dvalishvili hanya dua takedown dari 29 percobaan, mematahkan perlawanan sang juara, dan memenangi empat dari lima ronde pada dua dari tiga kartu skor juri. Kini ia memasuki laga trilogi sebagai juara bertahan dan unggulan menurut bandar taruhan FanDuel Sportsbook. Di kubunya, pelatih Kairat Nurmagambetov telah menyusun pohon keputusan digital yang memetakan respons terhadap hampir setiap skenario yang mungkin dipaksakan Dvalishvili. "Laga ini akan ditentukan oleh fight IQ, kekuatan mental, dan siapa yang mengambil keputusan lebih baik," kata Yan. "Di laga kedua, saya mengalahkannya. Di laga ketiga, saya akan melakukan hal yang sama."

Di antara keduanya, mereka telah melahirkan rangkaian pertarungan dengan skor 1-1 paling dramatis yang pernah ada di divisi kelas bantam UFC, dan laga ketiga yang dijadwalkan di UFC 333 di Etihad Arena, Abu Dhabi, menjadi ujian penentu dalam karier keduanya. Tyson Chartier, pelatih kepala gym New England Cartel, merangkum duel ini dalam analisisnya tentang trilogi tersebut untuk UFC. "Pada akhirnya, bertarung itu tidak mudah, tapi sederhana," katanya. Yang krusial, pelatih lama Dvalishvili, Ray Longo, tidak akan berada di sudut ring kali ini, perubahan yang bisa mengubah cara Wood dan mantan juara Aljamain Sterling, sahabat dekat sekaligus rekan latihan Dvalishvili, berkomunikasi di sela ronde. Pada akhirnya, kekalahan di Abu Dhabi akan mengakhiri ambisi sang pecundang untuk diakui sebagai kelas bantam terbaik sepanjang masa untuk selamanya.
Bersponsor



