"Setelah bergabung dengan Paris Saint-Germain, saya merasa seperti orang asing. Semuanya serba baru — bahasa, lingkungan sekitar, tak ada seorang pun di skuad yang mengenal saya. Mbappé menjadi jangkar sekaligus sahabat saya, orang yang membuat saya merasa betah di PSG." Ucapan jujur Achraf Hakimi itu menggambarkan tembok emosional yang dihadapi bek Maroko tersebut saat meninggalkan Inter Milan menuju ibu kota Prancis.
Kehidupan di Paris diawali dengan rasa terasing dan keraguan. Namun, Kylian Mbappé-lah yang mengubah dunia asing itu menjadi sesuatu yang menyerupai rumah.

Kini kedua sahabat itu bertemu di lapangan pada perempat final Piala Dunia 2026, dan ikatan tersebut mendadak memiliki bobot yang sangat berbeda.
BersponsorSinga Atlas, julukan timnas Maroko, sudah menyingkirkan Belanda dan Kanada, sekaligus menegaskan kembali — setelah perjalanan bersejarah mereka hingga semifinal pada 2022 — bahwa mereka layak disebut salah satu nama besar turnamen ini.
Akankah persahabatan yang terjalin bertahun-tahun mampu bertahan dalam laga gugur yang tanpa ampun, di mana hanya satu dari mereka yang bisa keluar sebagai pemenang?




